Too Late atau Too Early

Kamu pilih yang mana? terlambat atau terlalu awal? Sebelum saya jawab saya cerita dulu ya. Mengapa saya menulis tentang kedua hal ini.
Di postingan sebelumnya saya nulis pengalaman perdana terbang dengan maskapai burung biru, tapi saya ga semua saya tuliskan. Saya ga nulis gimana rasanya di-php-in lalu lintas ibu kota. Degdegan rasanya mengejar waktu boarding pesawat.
Saat itu bulan puasa, saya pilih travel jam 5.30 dengan asumsi 4jam perjalanan. Tadinya mikir jam 9.30 atau maksimal jam 10 udah bisa sampai di bandara. Tapi namanya juga pikiran, bisa aja beda sama kenyataan, dan nyatanya macet membuat prediksi saya berantakan. Saya baru tiba jam 10an. Emang sih ga terlambat, tapi perasaan degdegan takut ketinggalan pesawat tetep membayangi. Yang lebih bikin sport jantung dan otak adalah mikirin kalo ketinggalan pesawat berarti harus ambil penerbangan berikutnya dan harus beli tiket lagi. Dan artinya saya harus nombok karena tiketnya g bisa diganti panitia diklat. Pengalaman saya saat itu membuat saya bertekad untuk berangkat lebih awal.
Penerbangan hari ini dijadwalkan jam 9 pagi dan saya bertekad 2 jam sebelum jam 9 alias jam 7 saya harus udah nongkrong d bandara. Saya perkirakan waktu perjalanan 5 jam karena takut di-php-in lagi meski berangkat pagi, yang berarti saya haru berangkat jam 2 pagi. Klo saya berangkat jam 2 pagi artinya susah untuk solat subuh karena travel biasa berhenti 2 jam dari point keberangkatan, sementara subuh baru dimulai jam 4.45. Demi mempertahankan keimanan saya,halaaah, saya putuskan berangkat jam 1 dengan prediksi perjalanan 4 jam supaya bisa solat subuh di bandara.
Apa boleh buat, travel jam 1 dan jam 2 penuh. Akhirnya saya memutuskan memilih travel keberangkatan jam 00.00 artinya saya tiba sekitar jam 4 di bandara. Namun lagi lagi pikiran tak sama dengan kenyataan, pak driver ngebut dan perjalanan ga lebih dari 2,5 jam. Waktu solat subuh masih lama, pintu checkin belum buka. Atas inspirasi penumpang lain saya ikutan tidur di lantai, ya lantai, karena kursi penuh sama orang lain. Dengan punggung menindih koper dan backpak diikat ke kaki karena kuatir hilang saat tertidur saya pun mencoba tidur.
Saat ini jam 6.10 masih 3 jam menjelang waktu boarding, bagasi sudah checkin tapi belum sarapan dan masih ngantuk. Jadi sekarang saya mau cari sarapan.
Oia kembali ke judul, pilih too late atau too early? Walaupun too early tetep ada ga enaknya tapi saya pilih too early deh daripada too late.

4 Responses to Too Late atau Too Early

  1. Hafidy Putra says:

    Apakah maskapai penerbangan tidak memberikan keringanan jika kita mengalami keterlambatan?

  2. Saya memilih lebih awal dari pada terlambat…lebih awalnya ya cari 20 menit deket chek in lah jangan terlalu jauh…
    Emang berapa jam sebelum chek in baru berangkat dari rumah?

    • admin says:

      yang pertama kali 4 jam sebelumnya, karena belum hafal perjalanan BDG-CGK. selanjutnya kapok berangkat pas2an. kadang milih cari hotel di CGK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *