Ketupat dan Lebaran

Ok..daripada blog ini ga keisi sesekali posting deh.Idul fitri (di Indonesia) itu sangat identik dengan ketupat. Entah kapan dan di mana awalnya brand ketupat ini dikaitkan dengan lebaran.
Mengutip Copy Paste dari http://uswahislam.blogspot.com Inilah (katanya) mengapa Idul Fitri atau Lebaran identik dengan ketupat

Sejarah Ketupat.
Adalah kanjeng Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut BAKDA KUPAT terswebujt, di tanah jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyan ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dianyam, ketupak diisi dengan beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan.

Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi jawa, ketupat lebaran bukanlah sekedar hidangan khas hari raya lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, dan ini masih membudaya hingga kini.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khusunya orang tua.

Laku Papat.
Laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan Lebaran.
Empat tindakan tersebut adalah:
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

Ok then Happy Idul Fitri all.Melalui kedua kartu lebaran di bawah ini saya mengucapkan Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin.

ied1

#Lenovo P770 #adobePStouch

57f78dcb-4e12-496b-b355-3b0d21c8f6f9

image from Wikipedia #adobePStouch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *