Day 8: Sholat Jumat di Negeri Orang

Jumat ini kegiatan dilaksanakan di IES dengan agenda melakukan debrief kegiatan kami selama 2 hari di sekolah. Kami berkumpul bersama rekans satu sekolah didampingi oleh mentor. Kami diminta untuk menyampaikan Plus Minus dan Interest di tempat kami melakukan observasi. Dari kelompok TSC terdapat beberapa evaluasi kami terhadap TSC. Beberapa hal positif yang kami sampaikan pada kegiatan debrief adalah learning management system yang teratur, penggunaan jobsheet yang sederhana, dan colaborative project learning. Hal negatif yang kami temukan baru satu itu juga berdasarkan kebiasaan di Indonesia, karena di sini mungkin bukan hal yang aneh.

Usai evaluasi observasi kami selama 2 hari kegiatan dilanjutkan dengan materi pemanfaatan IT dalam pembelajaran. Kami dikenalkan dengan padlet dann QR code. QR code sudah saya kenal cukup lama, bahkan beberapa kali menggunakan QR Code, namun belum pernah saya gunakan dalam pembelajaran di kelas. Agak bingung juga menggunakan QR Code dalam pembajaran programming. Padle baru saya kenal hari ini, rupanya ia sebuah aplikasi semacam sticky notes, semua pengunjung dapat memberikan masukan bagi pemilik wall padlet. Di sesi QR Code kami bermain treasure hunt dengan menggunakan QR scanner. Tentu saja saya dan rekan-rekan dapat menjadi pemenang karena tidak asing dengan QR Code. Sayangnya materi ini tidak tuntas karena kami tidak diajarkan secara rinci untuk mengembed video gambar dan link pada QR Code dan cara menggunakn padlet sebagai pemilik wall. Ok jika ada waktu saya akan buat posting tentang QR Code dan Padle.

Usai kegiatan kami para laki-laki harus kembali berburu pahala. Waktu sudah pukul 12 lebih artinya kami harus bergegas menuju Masjid Adelaide, saya dan salh satu rekan saya segera menuju halte terdekat untuk menaiki bus menuju masjid sementara rekan lain masih berdiskusi. Bus G10 yang kami tunggu baru akan datang 10 menit lagi sehingga kami memutuskan untuk menggunakan bus lain atas sarab google maps. Sampai bus stop yang ditunjukkan google maps tidak ada masalah. Masalah muncul saat kami turun dari bus karena ternyata bus ini berhenti di bus stop lain yang belum pernah saya singgahi. Kami mencoba menelusuro dengan bantuan google maps. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada orang sekitar, orang disini berbaik hati menunjukkan jalan walaupun ia juga menggunakan google maps karena masjid yang akan kami tuju tidak begitu terkenal. Setengah berlari kami mencari masjid dan akhirnya dengan informasi dari orang tadi kami berhasil menemukan jalan menuju masjid.

Tiba di masjid rupanya Solat Jumat belum dimulai, kami lupa di sini Solat Jumat tidak tepat waktu, mungkin menunggu saudara-saudara muslim di berbagai pelosok yang akan Solat Jumat. Saat kami tiba di masjid rombongan lain pun yang memutuskan berjalan kaki akhirnya juga tiba. Di masjid ini muslim dari berbagai penjuru Australia Selatan berkumpul. Ada orang Indonesia, Singapura dan berbagai etnis ada di masjid ini, sebuah pengalaman yang luar biasa. Meskipun tidak saling kenal mereka seperti bertemu dengan keluarga. Saat kami hendak menuju Adelaide City seorang jamaah bahkan mengajak kami menumpang dalam mobilnya. Kami tentu saja menolak karena jumlah kami terlalu banyak.

gak poto-poto karena ga bawa poto dan rusuh ngejar solat Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *