Day 7: TSC SACE VET SET

Di hari ke-7 saya memutuskan untuk mandi pagi setelah hari sebelumnya terpaksa tidak mandi pagi karena suhu 6-8 derajat membuat saya enggan untuk menyiramkan air ke tubuh saya ini. Setelah sarapan, kali ini hanya sarapan selembar roti diolesi selai, dan mengemas makanan sisa semalam untuk makan siang saya dan rekan se-HF saya segera menuju bus stop 221 woodville rd untu menunggu bus menuju Thebarton Senior College (TSC). Pukul 07.30 bus 100 sudah menyapa kami, sebetulnya terlalu pagi tapi biarlah, di Hoolbroks st kami berganti bus 288 yang mengantar kami ke TSC. Kami kembali menjadi rombongan pertama yang sampai di TSC. 15 kemudian 2 rekan kami Pak Carli dan Pak Hafidz akhirnya tiba di TSC yang tak lama kemudian disusul rombongan ibu-ibu. Hari ini kami dijadwalkan mengikuti 2 sesi dalam kelompok kecil dan 1 sesi dalam kelompok besar.

Sesi pertama kelompok saya mengunjungi kelas fisika. Beberapa siswa adalah siswa yang juga mengikuti kelas kimia, termasuk siswa yang penampilannya tidak seperti siswa. Rob Nicholson mengawali pelajaran dengan menayangkan video tentang radio aktif . Rob lalu mengajak siswa untuk menyimpulkan beberapa hal sembari menjelaskan konsep konsep fisika dalam materi saat itu. Seorang siswa dari Jepang tampak begitu antusias dan menanyakan banyak hal pada Rob, sementara siswa lain ada juga yang dengan santainya mendengarkan penjelasan Rob. Usai menjelaskan materi Rob meminta siswa untuk melakukan riset atau dalam bahasa kurikulum 2013 eksplorasi terhadap materi yang telah disampaikan. Rob menyilakan siswa untuk menggunakan laptop yang ada di kelas itu. Setiap kelas di TSC dilengkapi dengan 1 PC untuk guru dan sejumlah PC atau laptop untuk siwa untuk digunakan di kelas tersebut.

Kelas Fisika Rob adalah kelas untuk penyelesaian SACE. Jumlah siswa di kelas Fisika ini tidak banyak karena memang tidak banyak siswa yang berminat mengambil kelas ini dalam penyelesaian SACE mereka. Di South Australia (SA) siswa harus menempuh SACE untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, namun dengan c ara  mereka masing-masing. Terdapat beberapa kelas (course) wajib di TSC bagi siswa yang akan menempuh SACE Kelas lain dapat mereka pilih sesuai keinginan hingga mencapau 20 credit. SACE ini akan berpengaruh terhadap perguruan tinggi yang dapat mereka pilih. Universitas di SA menentukan syarat  tertentu bagi siswa yang akan melanjutkan. Misalnya High Performance Computational Physics di University of Adelaide mengharuskan peminatnya menyelesaikan Mathematical Studies, Physics, Specialist  Mathematics pada penempuhan SACE stage 2. Tidak sedikit pula universitas yang tidak menentukan persyaratan khusus bagi pelamarnya salah satunya adalah IT.

Sesi kedua kami mengunjungi kelas Vocational Education Training (VET) tepatnya certificate IV Information Technology. Kelas yang kami kunjungi adalah kelas Josh Earl, 3D modelling and game. Selain mengajar kelas ini Josh juga mengajar SACE stage 1 fotografi. Josh dengan menggunakan Moodle mengarahkan siswanya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dalam membuat 3D model. Josh meminta siswanya untuk melakukan painting pada objek 3d yang sudah mereka buat sebelumnya. Siswa harus mengupload pekerjaan mereka k moodle Josh. Di sela kesibukan mengajar Josh menjelaskan project yang harus diselesaikan siswanya. Dalam procet itu setiap siswa menjadi leader dalam satu game developer. Selain menjadi leader mereka juga menjadi developer pada 2 aplikasi game lain yang dipimpin temannya. Project tersebut adalah procet gabungan 3 course yaitu Game Design, 3D dan Game PC and mobile.  Josh  sangat berbaik hati dengan menunjukn dokumen yang kami tanyakan. Josh menunjukan lesson plan yang ia buat dan juga menunjukan section dari course moodle yang ia gunakan. Seperti biasa di akhir kami meminta berfoto dengan guru yang kelasnya kami kunjungi.

Di sesi terakhir kami berdelapan bergabung di kelas yang sama, kelas Skill Education Training (SET). SET adalah program 1 semester yang ditawarkan TSC bagi para calon pekerja yang biasanya bukan Australian. Mereka diberikan keterampilan mulai dari membuat surat lamaran, melakukan interview ditambah keterampilan vocational dalam hospitality. TSC bekerja sama dengan AllStaff Training dalam memberikan certificate II hospitality bagi para siswa SET. Selain menghadiri kelas siswa SET juga diharuskan melakukan volunteering untuk mengasah keterampilan hospitality yang mereka pelajari.

Kali ini kelas sedang menyiapkan untuk mock up interview atau latihan interview. Michelle Hepworth memberikan beberapa acuan pertanyaan interview dan meminta siswanya untuk menjawab pertanyaan itu. Michele lalu melakukan simulasi interview  dengan membuat siswa berpasangan dengan seorang berlaku sebagai interviewer dan seorang sebagai pelamar kerja. Semua siwa tampak antusias walapun bahasa inggris mereka masih kurang. Salah seorang siswa dari Rwanda begitu bersemangat dalam pelajaran kali ini. Di akhir pelajaran Michele menjelaskan sedikit informai tentang program SET ini yang rupanya memang dikhususkan bagi para siswa terutama dari luar Australia yang ingin bekerja. Siwa juga diikutkan dalam kelas bahasa inggris untuk membantu mereka dalam berkomunikasi. Kelas Michele adalah kelas terakhir kami di hari ini.

belum ada poto karena saya ga banyak moto melainkan nebeng dipoto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *