Day 5: Intro to Australian Education System

Hari Selasa ini kami mendapat materi di International Education Services (IES). Saya dan rekan satu HF mencoba rute yang lain dari biasanya sehingga cukup bingung karena harus nyari rute jalan. Kami hampir tersesat karena ternyata lupa menuliskan alamat dengan lengkap di google maps sehingga kami hampir salah mengambil arah. Akhirnya kami bisa datang tanpa terlambat karena segera menyadari kesalahan navigasi dengan google maps.

Darryl Carter (saya lupa apa jabatannya) memberikan penjelasan tentang sistem pendidikan di Australia khususnya di South Australia. Selanjutnya giliran Helen Edward menjelaskan tentang Vocational Education Training (VET). Sampai penjelasan dari Darryl rasanya tidak ada perbedaan yang berarti dengan pendidikan di Indonesia. Indonesia dan Australia sama-sama memiliki pre school (TK), primary school (SD) dan Secondary School (SMP). Pendidikan Luar Biasa juga ada di SouthAustralia, bahkan pendidikan terbuka (sekolah terbuka) juga dimiliki Australia dengan nama distance learning, mungkin hanya implementasi yang agak berbeda. Namun dari hasil penelusuran saya di internet ternyata ada sedikit perbedaan, yaitu kelanjutan dari secondary school karena di sini anak bisa memilih untuk menyelesaikan sertifikasi (mungkin semacam ijazah) mereka secara langsung di senior secondary school atau memilih jalan yang lain salah satunya adalah dengan mengambil VET.

VET ternyata tidak sama dengan SMK yang ada di Indonesia. Di sini semua anak dapat menyelesaikan kelas X namun dapat menentuka pola pendidikan mana yang akan ditempuh. VET adalah lambaga yang bertanggung jawab atas pendidikan kejuruan untuk menghasilkan pekerja. VET memiliki 4 sertifikat mulai dari Certificate I sampai Certificate IV untuk bidang yang spesifik, hampir mirip dengan SMK. Dengan meneyelesaikan Certificate di VET siswa secara otomatis juga mendapatkan sertifikasi SACE untuk mereka melanjutkan ke higher education. Yang paling menarik bagi saya selain VET ada juga school based aprenticeship, program dimana sekolah terintegrasi dengan industri. Dalam setiap satu minggu siswa akan berada di sekolah, lembaga pelatihan dan magang di industri. Ini berbeda dengan yang dilakukan di SMK dengan melangsungkan kegiatan magang selama beberapa bulan dalam satu semester. Saya belum bisa menyimpulkan banyak hal tentang VET karena baru besok kami akan menuju sekolah dan beruntung saya ditempatkan di salah satu sekolah yang memiliki program VET.

Dari yang saya amati sebetulnya sistem pendidikan di Indonesia tidak seburuk yang dikira. Sistem pendidikannya sebetulnya tidak jauh berbeda, mungkin karena Indonesia memang mengadaptasi pendidikan di Autralia. Salah satu hal yang dibanggakan di sini adalah bahwa siswa lebih mandiri dan kreatif. Di Sini juga saat ini kembali menggunakan kurikulum Nasional. Kurikulum 2013 menurut saya mencoba untuk menerapkan kelebihan yang juga ada di sini. Penerapan dan kesiapan pemerintah sebetulnya yang menjadi masalah, bukan kurikulumnya. Sepertin yang para mentor katakan jangan melihat kekurangannya tapi perkuat kelebihan yang sudah ada.

poto menyusul

IMG_3155

Ice breaking session

IMG_3159

Penjelasan dari Darryl Carter

IMG_3249

Penyerahan Kenang-kenangan kepada IES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *