Day 3: Adelaide Public Transportation

Hari ketiga adalah waktuny kami mencari jalan ke tempat training yaitu Education Development Center (EDC), mungkin tempat ini seperti P4TK di Indonesia. Saya dan teman saya memutuskan untuk mencari sendiri EDC tanpa bantuan House Family (HF) kami. Sebetulnya pagi itu kami diajak ke Mt. Lofty tapi karena kelelahan akhirnya memutuskan untuk tidak ikut dan memutuskan untuk survey lapangan tanpa menunggu HF kami. Thanks to google maps we found it.

Dari tempat kami tinggal cukup berjalan 5 menit menuju bus stop. Di sini kami mulai bingung memilih bus yang mana, tidak ada kondektur yang meneriakan tujuan. Untungnya ada google maps, kami cukup mencari tujuan kami dan semua rute yang tersedia mucul. Selain bus yang harus kami naiki juga lengkap dengan bus stop mana yang menjadi tujuan kami. Di hari ketiga saya lebih tertarik  membahas pelayanan transportasi publik di sini. Di sini bus stop adalah bus stop, bus tak bisa sembarangan berhenti di mana saja, sama dengan bus di negara-negara maju (katanya).

Terdapat tiga jenis transportasi publik (darat) di sini, bus, tram dan train, yang ketiganya terintegrasi dengan nama adelaide metro. Satu tiket untuk semua jenis transportasi. Selain tiket juga tersedia metrcard, dengan tarif yang relatif lebih murah. Kami para peserta training dibekali dengan metrocard sehingga kami tak perlu membeli tiket lagi.

Saat menaiki bus kami cukup tap metrocard di mesin yang ada di setiap bus atau kereta dan secara otomatis nominal dalam kartu akan berkurang. Di setiap kendaraan selalu tersedia area bagi orang tua dan penyandang disabilitas. Saat akan turun kami tak perlu berteriak “kiri”. Jika tujuan sudah dekat penumpang cukup menekan tombol stop (on the next bus stop) maka bus akan berhentu di halte selanjutnya. Perjalanan dari rumah ke EDC hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit, tak ada kemacetan yang luar biasa. Banyak orang lebih senang menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi, jangan tanya kenapa. Kami berjalan dari bus stop 7 Port Rd menuju ke EDC dengan panduan google maps.

Di EDC kami bertemu dengan teman lain yang tinggal di homestay yang berbeda. Dari EDC kami diajak menuju Adelaide City untuk menuju tempat training lain di IES, kali ini kami menggunakan tram. Hampir serupa dengan bus tram juga punya station khusus dan pasti tak bisa berhenti sembarangan. Untuk dapat menggunakan jasa tram kami juga cukup menggunakan metrocard. Dalam perjalanan selalu ada informasi perhentian berikutnya mealui speaker dan display LED berjalan secara otomatis menggantikan kondektur yang teriak. Dan semua terjadwal dengan baik dan teratur. Semua jadwal ini bisa didapatkan di Adelaide Metro Center atau melalui website adelaide metro.

Dari station tram rundle mall kami berjalan menuju IES untuk survey lokasi, tidak ada angkot yang setia menanti layaknya di Bandung, karena tak ada tranportasi umum yang bisa kami gunakan untuk menuju IES. Dari IES kami kembali ke arah rundle mall menuju adelaide metro center untuk mendapatkan semua jadwal adelaide metro yang kami butuhkan. Kami memutuskan sedikit eksplor kota adelaide setelah mendapat jadwal adelaide metro. Masjid Adelaide menjadi sasaran kami, setelah googling dan melihat jarak dari King William St menuju masjid tidak terlalu jauh kami memutuskan untuk mencarinya. Masalah muncul karena setelah googling kami bingung harus menuju bus stop yang mana. Setelah bertanya pada seseorang yang juga tidak begitu tau kami akhirnya kembali ke Adelaide Metro Center untuk mencari rute bus yang dianjurkan oleh google maps. Kami harus kembali ke Flinders St karena ternyata bus stop yang dimaksud adalah bus stop di Flinders St. Dengan bantuan google maps kami berhasil menemukan Masjid tertua di Adelaide yang ada di Little Gilbert St.

Usai Solat Ashar kami berusaha kembali menuju rumah, google maps menyarankan kami untuk naik bus yang sama dengan arah ke Adelaide City untuk kemudian naik Railway dari Adelaide City Railway Station. Sayangnya kali ini kami tidak menemukan bus stop yang ditunjukan. Setelah bus stop yang seharusnya menjadi bus stop terakhir sebelum bus stop dekat railways tidak ada nomor bus stop yang dimaksud google maps. Kami memutuskan untuk berhenti di bus stop yang mungkin lebih dekat dengan Railway Station. Kami mencoba mencari alternatif lain bus untuk kembali ke rumah. Bus stop yang terdekat ternyata ditutup karena ada event sehingga kami kembali berjalan menuju bus stop lain yang ternyata juga ditutup. Kami kembali mencari bus stop terdekat dan tanpa sadar malah menjauhi Railway Station. Sepanjang perjalanan banyak hal menarik yang kami temukan.

Akhirnya kami menemukan bus stop yang dibuka dan kembali bertanya pada google maps namun tak ada satupun bis yang kami tunggu hadir di hadapan kami. Agar HF kami tidak kuatir saya mengirim SMS bahwa kami mungkin agak terlambat untuk pulang dinner. Akhirnya bus yang kami tunggu muncul juga, namun dari bus ini kami harus kembali mencari bus kedua untuk menuju rumah. Saat melintasi Adelaide Oval akhirnya kami sadar bahwa bus yang kami tunggu sebelumnya sudah melintas di bus stop tempat kami menunggu. Kami tidak menyadari karena nomor bus berubah karena akan digunakan untuk mengangkut para penggila Australian Footbal. Di tengah perjalanan saya mendapat balasan SMS yang menyarankan kami untuk turun di dekat Railway Station dan melanjutkan perjalanan dengan Train.

Di Adelaide Railway Station saya kembali dibuat bingung karena saat itu para penggila football juga akan menuju rumah mereka. Saya memutuskan untuk bertanya pada petugas di sana karena saya ragu apakah penumpang selain pemegang tiket football juga boleh masuk dalam perjalanan saat itu. Dengan informasi dari petugas kami memasuki area peron (platform) dengan vaildasi metro card namun kebingungan belum berakhir karena kami tak yakin dengan kereta yang harus kami naiki. Akhirnya kami memutuskan menaiki kereta sesuai instruksi HF kami, Outer Harbour atau Grange.

Semua jadwal pemberangkatan terpampang di LED monitor, termasuk di setiap platform tersedia informasi kereta mana yang akan berangkat lengkap dengan waktu keberangkatan dan sisa waktu tunggu. Tepat pada jadwal yang ada kereta pun mulai meluncur. Sama dengan tram, di setiap station akan ada informasi perhentian selanjutnya dan station di mana kereta tiba. Pembayaran kereta juga cukup dengan tap metrocard di mesin yang ada. Kami akhirnya berhasil kembali menuju rumah tepat saat dinner siap.

masjid

Di depan Masjid Adelaide

tram_station

Tram Station Entertainment Center

edc

Education Development Center

bus

Bus MetroAdelaide

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *