Cita-Cita ku Bukan jadi Guru

“Kalo sudah besar, kalian mau jadi apa? Siapa yang mau jadi dokter?”, “Saya bu…” jawab sebagian anak. ”

Ada yang mau jadi insinyur?” Tanya Bu Guru lagi. Sebagain lagi murid mengacungkan tangannya sambil berteriak “Saya bu..”

“Kalo kamu mau jadi apa?”, tanya guru pada salah seorang muridnya, ” Saya mau jadi pengusaha bu, seperti ayah saya.”

“Ada yang mau jadi guru ga seperti ibu?”…

Kurang lebih seperti itu percakapan guru dan murid-muridnya saat kita masih sekolah dasar kan? Kamu termasuk yang mana? Saat sekolah dasar kadang saya masih bingung harus jawab apa, seringkali saya menjawab ingin jadi insinyur walapun kadang ga pernah tau seperti apa itu insinyur. Saya cuma tau insinyur itu bisa bikin yang canggih-canggih. Saya selalu menjawab pasti jika ditanya apakah ingin jadi dokter, tidak! karena saya tau jadi dokter biayanya mahal,hehe… Tapi ada yang lebih pasti, saat sekolah dasar saya selalu menjawab dengan pasti pertanyaan terakhir. Ya, saya gak pernah bercita-cita jadi guru, bahkan hingga SMA saya gak pernah bercita cita untuk jadi guru. Bagaimana dengan kamu?

Profesi guru dahulu memmang ga menjanjikan, tapi bukan karena itu saya ga mau jadi guru. Guru sendiri rasanya jarang menanyakan profesi itu sebagai cita-cita muridnya pada posis pertama, tak jarang pula mereka bahkan tak menawarkan cita cita itu hingga salah satu, atau dua dari sekian muridnya mengacungkan tangannya dan menyatakan mereka bercita-cita jadi guru.

Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Itulah yang dkatakan wikipedia. Saya ga sempet cari buku ilmiahnya ya.. Artinya tugas guru adalah mendidik dan mengajar. Mengajar bukan hal yang gampang, tapi mendidik jauh lebih berat dari mengajar. Gak bisa diupungkiri juga, tak sedikit guru yang hanya mengajar.

Kamu mungkin masih ingat guru-guru kamu di TK,SD,SMP, SMA sampe dosen kamu di perguruan tinggi. Ada yang jenius, ada yang baik banget, ada yang baik aja ga pake banget, ada yang biasa aja dan yang sering juga kamu inget adalah guru kamu yang galak, ya.. guru yang kamu inget karena nyebelin. Apapun sifat guru kamu minumlah, teh botol. Dan bagaimanapun sikap guru kamu yakinlah mereka cuma berniat mendidik, cuma cara mendidiknya aja yang beda. Kalo kamu masih belum ngerti, jadilah guru biar kamu bisa lebih ngerti. Saya baru mengerti betapa beratnya jadi guru setelah saya jadi guru. Mungkin inilah kenapa guru jarang menawarkan pekerjaan ini pada murid-muridnya.

Guru sekarang sudah mulai jadi sorotan, banyak yang memuji tapi ga sedikit juga yang mencibir. Salah meriksa ulangan langsung dishare di sosmed, nyubit muridnya langsung dipolisikan, makin beratlah tugas guru. Saya bukannya mendukung guru yang seperti itu, tapi guru juga manusia kan? Saya ga mengingkari banyak guru yang kualitasnya kurang baik, mungkin termasuk saya. Ga sedikit ko guru yang kemampuan akademiknya rendah, kemampuan akademiknya rendah, lagi-lagi mungkin salah satunya saya. Buat kamu yang punya pendapat seperti ini jadilah guru dan ajaklah teman-teman kamu untuk jadi guru, supaya guru-guru di negeri ini sehebat kamu. Buat para orang tua sekolahkan anak anda di sekolah yang bagus, lalu suruh mereka jadi guru, agar tak ada lagi guru yang harus anda share kekurangannya.

Saya sudah jadi guru, dan merasakan apa yang mungkin guru-guru saya rasakan. Saya ga pernah bercita-cita jadi guru, tapi saya bersyukur saya bisa jadi guru. Dengan jadi guru banyak hal luar biasa yang saya rasakan. Semua hal keren dan luar biasa yang saya rasakan hingga detik ini tentu karena jasa guru-guru saya, guru-guru TK, SD, SMP, SMA, dosen, bahkan guru TPA (bukan TPA sampah ya).

Terima kasih Ibu Bapak Guru-ku. Salam bakti ku untukmu semua.

 

5 Responses to Cita-Cita ku Bukan jadi Guru

  1. Angga says:

    “Buat kamu yang punya pendapat seperti ini jadilah guru dan ajaklah teman-teman kamu untuk jadi guru, supaya guru-guru di negeri ini sehebat kamu. Buat para orang tua sekolahkan anak anda di sekolah yang bagus, lalu suruh mereka jadi guru, agar tak ada lagi guru yang harus anda share kekurangannya.”….. jderr.. Selama ini gak kepikiran ya… Luar biasa, kang erik!

  2. Rio says:

    sangat menyentuh sekali, saya sangat suka membacanya …

  3. Saya juga tidak bercita cita jadi guru pak, tapi sekarang jadi guru.

  4. Icha Harahap says:

    Sangat mulia profesi menjadi seorang guru. saya juga berasal dari keluarga yang berprofesi guru. dan saya bangga terlahir dari keluarga saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *