300 DR: Rise of the Cihuyers

, ,

Judul film baru? bukan! Ini adalah judul kegiatan, atau tepatnya program. Nama program ini lengkapnya adalah 300 DOktor Jawa barat. Hingga tahun 2025 nanti Jawa Barat menargetkan akan memiliki 300 doktor baru. Hingga saat ini sudah 3 angkatan disiapkan untuk menjadi calon doktor. Dua angkatan pertama sebagian peserta sedang menempuh studi dan sebagian lagi masig berjuang. Ya, berjuang. Saya akan jelaskan nanti mengapa mereka, dan juga kami masih harus berjuang.

rise-of-cihuyers

Berawal dari surat yang beredar di kalangan PNS Jawa Barat, saya tertarik berburu tiket gratis ke luar negeri. Program 300 DR ini memang menjanjikan para peserta untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Pendafarannya mudah saja, daftarnya bisa online, cukup upload berkas kepegawaian, ijazah dan serifikat bahasa inggris bagi yang memilikinya. Saya pernah ikut tes TOEFL ITP, jadilah surat hasil tes ITP saya lampirkan.  Saya pikir anggap saja kuis berhadiah, tidak lulus ya tidak apa-apa.

Hari berselang, saya lulus seleksi administrasi. Tahap selanjutnya adalah tes bahasa inggris, psikotest dan leaderless grup discussion. Syarat tambahan lain bagi kami yang lulus adalah dua buah essay tentang kontribusi kami untuk Jawa Barat dan rencana studi. Keduanya harus dibuat dalam bahasa Inggris. Tepat satu malam menjelang tes kedua essay terebut saya selesaikan, tentu sesuai aturan jumlah kata yang ditetapkan. Lebih tepatnya tidak lebih dari jumlah kata yang ditetapkan. Esoknya saya harus berjuang di kampus saya tercinta. Leideng University alias UPI.

Pagi itu saya berjumpa dengan beberapa rekan yang juga lulus seleksi administrasi. Hari pertama seleksi kami akan mengikuti tes prediksi TOEFL, nama aslinya PTESOL, mirip dengan TOEFL hanya saja soalnya sedikit lebih mudah. Ya, sedikit saja. Selain predikasi TOEFL kami harus mengikuti LGD. Peserta yang jumlahnya cukup banyak dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok satu mengikuti PTESOL dan lainnya LGD. Peserta LGD dibagi menjadi kelompok kecil, 5 orang.

Tes PTESOL saya berjalan sangat lancar. Tentu saja, saya pernah 2 kali mencoba tes ini saat dulu menjelang seleksi pelatihan di Adelaide. Hasilnya lebih dari lumayan., di atas 550. Bada Dhuhur giliran tes LGD, ini adalah seleksi ala calon awardee. Pada sesi ini saya dikelompokkan bersama seorang protokoler pemkot Depok, dokter gigi, guru bahasa inggris yang jago bahasa inggris dan staff BKD, yang terakhir tidak terlalu saya ingat. Ah,  saya langsung berpikir peluang saya kecil. Mereka keren-keren. serius! Bukan karena saya takut mereka baca postingan ini. Saya tidak khawatir, meskipun gagal saya tidak rugi. Saya pun tidak terlalu bersemangat seperti saat tes PTESOL, sebelelum sesi siang saya mendapat informasi yang mengagetkan. Program ini tidak membiayai kami untuk kuliah S3. Kami hanya akan disiapkan untuk menjaring beasiswa dan universitas. BKD akan menyiapakan kami hingga kami siap untuk mengikuti seleksi beasiswa dan mendapatkan LoA. Sulit, seperti saya sebutkan di atas, tapi bukan tidak bisa.

Lebih dari seminggu kemudian, saya mendapat kabar gembira. Saya lulus seleksi. Hanya 20 peserta yang terpilih sebagai kandidat 300 doktor Jawa barat. Dua puluh orang (minus satu orang) inilah yang menyebut dirinya the Cihuyers. Orang-orang luar biasa. Ya orang-orang yang diluar dari sekedar biasa. Saya ceritakan nanti, itu pun jika mereka ga komplen kisah mereka saya tuliskan di sini.

 

2 Responses to 300 DR: Rise of the Cihuyers

  1. brillian says:

    kelanjutannya master..

  2. Icha Harahap says:

    Program yang sangat luar biasa. selamat atas kelulusan nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *